Rumah Rampasan Milik Negara untuk Museum Batik

Rumah Rampasan Milik Negara untuk Museum Batik

[Berita Terpercaya] KPK menghibahkan rumah hasil rampasan kasus korupsi mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo kepada Pemkot Solo pada Selasa (17/10). Serah terima aset rumah yang memiliki luas bangunan 597,57 meter persegi tersebut dilaksanakan di Sondakan, Solo. Ditaksir bahwa nilai tanah dan bangunan dari aset rumah tersebut mencapai 49 miliar rupiah.

baca juga >>> Seorang Blogger Pengungkap Kasus Korupsi Tewas dalam Ledakan Bom Mobil

Penyerahan hibah tersebut dilakukan oleh Ketua KPK Agus Raharjo kepada Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo. Secara simbolis proses serah terima tersebut dilakukan dengan penyerahan kunci rumah dan pendandatanganan berita acara.

Pengajuan Pemkot Solo kepada KPK terkait permohonan hibah rumah sitaan KPK untuk museum batik tersebut sudah sejak empat tahun lalu. Rencananya selain akan difungsikan untuk museum batik, juga untuk workshop seperti proses pembuatan batik.

Dijelaskan pula oleh Agus Raharjo bahwa objek bangunan rumah tersebut telah menjadi rampasan negara dan memiliki kekuatah hukum tetap. Penyerahan hibah tersebut juga setelah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

Langkah Pemerintah Kota Solo atas Rumah Rampasan Milik Negara untuk Museum Batik

Diungkapkan oleh FX. Hadi Rudyatmo bahwa Pemkot Solo merasa terhormat atas penyerahan rumah rampasan milik negara tersebut. Hadi juga mengungkapka bahwa Pemerintah Kota Surakarta juga serius dalam menjaga dan merawat bangunan cagar budaya.

Selanjutnya Pemkot Solo juga mempersiapkan anggara 2018 untuk perawatan dan kegiatan di rumah yang akan dijadikan museum batik tersebut. Mengenai pengelolaan selanjutnya berada di bawah Dinas Kebudayaan melalui UPTD Museum.

Kurator batik disiapkan oleh Pemkot Solo dan pada tahap berikutnya juga akan digelar festival wayang bocah atau karawitan.


Rumah Rampasan Milik Negara untuk Museum Batik