Sedekah Sawah dan Tebar Belut untuk Jaga Ekosistem di Banjarnegara

(Berita Terpercaya) Puluhan warga berjalan beriringan di tengah sawah. Masing-masing mengenakan pakaian adat Jawa Tengahan. Ada sebagian yang memikul lima nasi tumpeng dan sebuah gunungan berisi aneka macam hasil bumi. Tidak lupa, mereka juga mengenakan masker dan menjalankan protokol kesehatan.

Masyarakat di Desa Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah itu setiap tahun menggelar sedekah sawah. Ritual pun dilaksanakan dengan sederhana. Mereka juga membawa ribuan belut yang akan ditebar di sawah. Ribuan belut tersebut ditempatkan di kendi-kendi.

Kepala Desa Banjarmangu Nurul Hilal Eko Prayitno usai acara, Minggu (13/6/2021) mengungkapkan, tradisi sedekah sawah, selain melaksanakan kirab gunungan serta uba rampe kenduri nasi tumpeng, juga mengadakan tebar belut di area persawahan. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan ekosistem di Desa Banjarmangu. Jumlah belut yang ditebar mencapai ribuan ekor dengan berat saat ditimbang lebih dari satu kuintal.

Menurut NuruI, penebaran belut juga bertujuan untuk melihat kondisi sawah. Sebab, belut menjadi salah satu indikator untuk kondisi sawah, apakah aman dari zat kimia atau sebaliknya.

“Belut ini, kan, jadi indikator apakah sawah ini sudah terkontaminasi zat kimia atau tidak. Kalau sudah (terkontaminasi), biasanya belut tidak akan bertahan. Tetapi, kalau (belut) masih hidup, artinya kondisi tanah masih terjaga,” jelasnya.

Sedangkan kirab tumpeng, lanjut Nurul, menggambarkan hasil bumi yang ada di Desa Banjarmangu. Mulai dari beras, sayuran, dan buah-buahan. Lima tumpeng dan satu gunungan buah tersebut, setelah didoakan, dimakan oleh warga bersama-sama.

“Tumpeng ini sebagai bentuk syukur kami atas rezeki yang melimpah. Tadi warga yang datang ke tradisi ini semua bisa makan tumpeng bersama,” katanya.

Nur (36), salah seorang warga Desa Banjarmangu berharap, dengan adanya sedekah sawah bisa meningkatkan hasil panen. Termasuk bisa mengurangi hama lantaran ekosistem yang kurang terjaga.

“Harapannya hasil panen bisa lebih dibanding sebelumnya. Karena, memang dengan ekosistem yang terjaga akan berdampak pada hasil panen,” tuturnya. (*/dtc)

Foto : detikcom