Sekda Nias Utara Terancam Dicopot, Pesta Narkoba di Medan

(Berita Terpercaya) Pemerintah Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut) akan mencopot Sekretaris Daerah (Sekda) Yafeti Nazara (57), yang ditangkap polisi karena kasus narkoba di Medan, Sumut. Yafeti disebut tidak pantas dijadikan contoh masyarakat.

Rencana pencopotan Yafeti disampaikan Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega saat dikonfirmasi, Senin (14/6/2021). Yusman menyesal dan kecewa atas penangkapan Yafeti. Menurutnya, sebagai pejabat daerah, Yafeti seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.

“Kalau memang sudah terlibat dan berproses hukum, maka yang bersangkutan akan kita copot dari jabatannya,” ucapnya.

Ironisnya, kepergian Yafeti ke Medan sebenarnya sebagai perjalanan dinas. Sebenarnya ia dalam rangka mengurus kenaikan pangkatnya pada Senin (14/6/2021). Sementara, ia sudah bertolak dari Nias Utara sejak Jumat (11/6/2021).

Namun, pada Sabtu (12/6/2021) yang nahas itu Yafeti bersama dua pejabat BUMD,  Yuliman Azwir Zega (42) dan Ronald Alexander Ginting (39) bersenang-senang di sebuah karaoke di Medan hingga Minggu (13/6/2021) dini hari. Bahkan, ia juga membooking lima perempuan penghibur disertai mengonsumsi sabu.

Yafeti sempat berbohong saat diinterogasi Kapolresta Medan Kombes Riko Sunarko dengan mengaku sebagai staf Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara. Sementara dari hasil razia di meja Yafeti, polisi menyita pil ekstasi dan 12 buah ponsel. Yafeti beserta dua koleganya serta lima perempuan penghibur mengaku sudah menenggak pil ekstasi. Bahkan, Yafeti masih dalam keadaan fly akibat pengaruh ekstasi saat diinterogasi.

Kombes Riko Sunarko, Senin (14/6/2021) mengatakan penggrebekan tersebut berawal dari adanya informasi tempat hiburan malam KTV beroperasi walaupun sudah tidak diperbolehkan.

“Dengan modus menghubungi pelanggannya, tempat tersebut terlihat tertutup tapi dari belakang pengunjung masuk. Kita datang bersama Satgas Covid-19, Satpol PP, dan Dinas Kominfo. Setelah kita cek ternyata ada 71 orang pengunjung dan karyawan,” ujarnya.

Dalam penggerebekan tempat hiburan malam itu, polisi mengamankan ratusan pil ekstasi yang diduga diperjualbelikan di KTV tersebut.

“Dari hasil pengecekan kita temukan 285 butir obat berbentuk pil yang kita duga adalah narkoba atau pil ekstasi. Setelah kita bawa dan hasil cek urin 51 orang dinyatakan positif Amphetamine dan Methaphetamine. Yafeti termasuk diketahui positif menggunakan narkoba,” ungkapnya. (*/dtc)

Foto :  dokumen polresta medan