Sembilan Karya Terpilih dari Pesta Gambar “Kisah Pandemi Covid-19”

(Berita Terpercaya) – Seperti apakah kegiatan anak-anak di rumah selama pandemi Covid-19? Tentu sebagian besar mengerjakan tugas sekolah. Lalu, mengisi waktu rehat dengan menonton teve. Kemudian, bermain bersama kakak dan/atau adik serta tetangga. Begitulah. Lazimnya anak-anak.

Salah satu anak, Keenan hanya bermain sendiri karena tidak memiliki saudara dari keluarga Dr Dita di Wirobrajan, Yogyakarta. Keenan termasuk anak yang sudah memahami bahaya Covid-19 berikut cara pencegahannya. Kebetulan, ia bersama teman sekolah saat di Taman Kanak-Kanak terlibat dalam pembuatan video tentang Covid-19 untuk ekstrakurikuler sinematografi.

Maka, bagaikan pucuk dicita ulam pun tiba, ketika Dr Dita memberitahu ada Pesta Gambar yang diselenggarakan Perspektif Yogyakarta. Dari tema yang diketengahkan, “Kisah Anak-Anak tentang Pandemi Covid-19”, Keenan menciptakan gambar yang diberinya judul, “Aku dan Corona”.

Menurut Dr Dita, anaknya baru suka menggambar apabila sedang in the mood atau kalau tiba-tiba ada ide. Nah, dari informasi tentang Pesta Gambar melalui akun medsos dan berita media massa online, menggerakkan Keenan untuk berkarya.

Tak disangka, karya Keenan masuk sebagai karya terpilih Kategori B (Kelas 1-3 SD/SLB). Gambar buah tangan Keenan merupakan satu dari sembilan karya terpilih dari sebanyak 72 karya buah tangan peserta sejumlah 59 anak, dengan pembagian tiga kategori. Kategori A untuk peserta usia 0-5 tahun (prasekolah difabel/nondifabel), Kategori B (kelas 1-3 SD/SLB), dan Kategori C (kelas 4-6 SD/SLB).

Dewan Juri terdiri dari Hindrik Schroeder (pemerhati pendidikan), Kuss Indarto (kurator seni rupa), dan Agoes Widhartono (wartawan senior dan konsultan psikologi Perspektif Yogyakarta) menetapkan sembilan karya terpilih. Perinciannya, tiga karya terpilih Kategori A, berjudul “Di Rumah Saja” karya Syifa Maulida Basuki (difabel down syndrome); “Awas Corona” karya Dinda Putri Irena; dan “Pesawat Indonesia” karya Abell Young Johakartono (difabel disleksia). Tiga karya terpilih Kategori B adalah “Aku dan Corona” karya Keenan Mahmoud Ahmad Alkhasawneh; “Membantu Bunda Semasa Pandemi” karya Salsabila Zayani; dan “Melawan Corona” karya Keenar Myesha Sezja Setiawan.

Sedangkan tiga karya terpilih Kategori C, yaitu “Beternak Ayam” karya Albert Barret Purba (difabel tuli, tuna wicara, low vision); “Menyalurkan Bakat di Masa Pandemi” karya Kamila Putri; dan “Pasien Covid 19” karya Dhafira Rizki Amalia.

Dari hasil mengapresiasi karya berdasarkan perhatiannya pada aspek edukatif, inspiratif, dan ekspresif, Dewan Juri berpendapat, sebagian besar anak memahami Prokes, antara lain dari keluarganya yang banyak memberikan gambaran, baik secara visual maupun lisan, perihal bahaya Covid-19. Keluarga ikut berupaya mengatasi penyebaran Covid-19 dengan memberikan kegiatan yang menarik di rumah. Anak-anak sudah mengetahui Covid-19 dan cara pencegahannya, terutama anak yang pernah terlibat dalam pembuatan proyek video presentasi soal virus Corona di sekolahnya.

“Tampaknya standar Prokes selalu dipatuhi anak melalui edukasi di rumah masing-masing, khususnya dalam hal memakai masker dan mencuci tangan serta menerapkannya saat berkegiatan di luar rumah,” tulis Ketua Perspektif Yogyakarta, Sri Hartaning Sih dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (20/1/2021).

Disampaikan Sri Hartaning, semua karya peserta sebanyak 59 buah gambar, dipamerkan secara virtual pada kanal YouTube Perspektif Yogyakarta dan Ons TV. Selain itu, juga diabadikan dalam buku eksklusif berisi 59 gambar karya peserta “Pesta Gambar Kisah Anak-anak tentang pandemi Covid-19”. Buku eksklusif Pesta Gambar itu, bisa dimiliki oleh siapa pun yang berminat, dengan mengganti ongkos cetak. Pengumuman hasil Pesta Gambar Perspektif Yogyakarta juga bisa diakses pada : http://bit.ly/PengumumanKaryaTerpilih_PestaGambarKisahAnak_2021 (*/sar)

Foto : istimewa