Seniman Yogya Panggungkan Dramatic Reading “Prau Layar ing Kali Opak”

(Berita Terpercaya) – Supaya lebih menjangkau publik luas, karya sastra perlu diapresiasi dan disosialisasikan. Salah satu bentuk apresiasi dan sosialisasi karya sastra adalah dengan mentransformasi dari bentuk narasi tekstual dipanggungkan sebagai dramatic reading.

Lingkar Paseduluran Seniman Yogyakarta (LPSY) berencana memanggungkan novel Prau Layar ing Kali Opak karya Budi Sardjono menjadi pertunjukan dramatic reading. Pergelaran akan berlangsung pada Jumat (15/11/2019) di Museum Sejarah Purbakala, Pleret, Bantul.

Proses transformasi dari tekstual novel menjadi naskah pertunjukan dkerjakan oleh Indra Tranggono. Sedangkan Luwi Darto sebagai sutradara yang membesutnya menjadi seni pertunjukan. Kemudian, penata artistik dikerjakan oleh Benny, penata musik oleh Gaung Kyan Renanta S, dan Jibna  selaku penata cahaya.

Menurut Pimpinan Produksi Khocil Birawa, Kamis (14/1/2019) di tempat latihan di eks Asdrafi, Sompilan, Kraton, Yogyakarta, novel Prau Layar ing Kali Opak karya Budi Sardjono itu merupakan salah satu pemenang bersama empat novel lainnya dalam Lomba Penulisan Novel berbahasa Jawa yang digelar Dinas Kebudayaan DIY pada 2018.

Sejumlah pemain dari lintas seni, seperti aktor, penari, dalang, dan pegiat literasi turut mendukung pementasan. Mereka adalah Teguh Mahesa, Y Arief Susilo, Ki Budi Cahyono, Ardi Karta SW, Sukandar, Maria Widhi Aryani, Briliana Dessy Dwinawati, Lisa Sulistyowati, Sekar Ayu, dan Astri Aldo.

Menurut Indra Tranggono, pemanggungan dalam genre dramatic reading menjadikan aspek tontonan sebagai bagian yang dominan. Jadi, tidak hanya berlangsung vokalisasi teks, melainkan juga penghadiran peristiwa dramatik yang menghadirkan unsur-unsur visual, auditif, dan teaterikal.

“Pentas ramatic reading ini digelar secara langsung di ruang terbuka sehingga bisa diakses oleh apresian sastra, khususnya sastra berbahasa Jawa. Juga, oleh masyarakat umum. Dengan begitu, pentas ini bisa mendekatkan sastra Jawa genre prosa novel kepada publik luas. Harapan kami, dapat memberi inspirasi dan turut memperkuat tradisi berbahasa Jawa,” ujar Indra. (sar)

Foto : dokumen LPSY