Siapakah B, Perekam Kabar Hoax Kontainer Surat Suara?

(Berita Terpercaya) –  Aksi cepat polisi menangkap pelaku penyebar kabar hoax perihal tujuh kontainer, sekitar 70 jutalembar surat suara yang telah dicobloslkan untuk paket Jokowi-Ma’aruf Amin perlu diacungi jempol. Kini telah empat orang yang dinyatakan sebagai tersangka. Penangkapan yang terakhir adalah B yang diduga sebagai otak yang telah membuat rekaman suara perihal kabar hoax ini.

Keempat pelaku ini ini ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda. Awalnya polisi menangkap HY dan LS di Bogor dan Balikpapan. Tuduhannya, Kedua tersangka ini telah menyebarkan konten hoaks tanpa melakukan klarifikasi. Selanjutnya, polisi menangkap J di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. Tuduhan terhadap J juga sama, memviralkan info hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos.

Senin (7/1/2019) polisi menangkap B. Tuduhannya lebih berat. B inilah yang berperan membuat rekaman hoaks tersebut. “Tersangka atas nama B ditangkap di Bekasi saat ini sedang dalam proses pemeriksaan di Bareskrim Polri,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Selasa (8/1/2019), seperti dilansir kompas.com.

Rekaman yang kemudian diunggah diyoutube itu adalah sebagai berikut: “Ini sekarang ada 7 kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun. Di buka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1. Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu. Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya”.

Siapakah B? Dari situs cnnindonesia.com, B adalah Bagus Bawana Putra, Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden. Informasi ini dibenarkan oleh sumber CNNIndonesia.com di kepolisian. Menurutnya, sosok tersebut ditangkap di Bekasi, Senin (7/1/2019) lalu. “Ya benar itu yang ditangkap,” kata sumber CNNIndonesia.com yang menolak disebutkan namanya saat dikonfirmasi, Selasa (8/1/2019). (*/sdr)