Atasi Supir Mengantuk, Hyundai Usung Teknologi Mobil Otonom DDREM

[Berita Terpercaya] Departed Driver Rescue & Exit Maneuver (DDREM) merupakan teknologi mobil otonom yang diusung Hyundai untuk mengatasi supir yang mengantuk saat berkendara. Teknologi tersebut sebetulnya diperuntukkan untuk menghindari kecelakaan ketika pengemudi tertidur saat sedang mengendarai mobil.

Teknologi tersebut membutuhkan kamera inframerah agar dapat diimplementasikan pada kendaraan. Penggunaannya adalah untuk memantau serta menganalisis gerakan wajah serta mata dari si pengemudi yang mengalami gejala-gejala mengantuk.

Teknologi Mobil Otonom DDREM

Secara spesifik DDREM menggunakan tiga pengenal untuk menentukan tindakan pengemudi dengan database insiden mengemudi mengantuk. Beberapa metode pengenalan tersebut meliputi:

  • Kamera inframerah memindai penggerak gerakan mata dan mata untuk menentukan apakah pengemudi terus memandang ke depan. Selain itu juga apakah pengemudi mengubah pola berkedip atau menunjukkan tanda kantuk lainnya. Kamera yang digunakan oleh Mobis telah diuji dan bisa “melihat” melalui kacamata dengan mudah;
  • Teknologi ini mencari pengenal tanda-tanda yang digunakan pada sistem bantuan driver tingkat lanjut (ADAS). Misalnya pengemudi bergerak masuk dan keluar dari jalur, melintasi jalur, berzigzag atau membuat gerakan yang tidak menentu. Itu semua disesuaikan dengan data kecelakaan mengemudi karena mengantuk;
  • DDREM juga akan menentukan bahwa pengemudi telah tertidur. Teknologi ini akan mengalihkan kontrol kendaraan ke mode mengemudi otonom tingkat 4. Perangkat lunak ini menggunakan perangkat keras kendaraan yang sudah ada di kebanyakan mobil baru.

Departed Driver Rescue & Exit Maneuver (DDREM) merupakan teknologi mobil otonom yang diusung Hyundai untuk mengatasi supir yang mengantuk

Teknologi Mobil Otonom DDREM Bukan untuk Kenyamanan!

DDREM itu sendiri sebetulnya hanya perlu berfungsi dalam mode otonomi penuh kurang dari satu mil. Semata-mata teknologi ini berfokus pada penggunaan mengemudi secara otonom untuk menyelamatkan nyawa. Bukan sebagai teknologi kenyamanan.

Tidak dipungkiri pula bahwa teknologi mobil otonom DDREM yang diusung Hyundai saat ini memiliki peran deteksi dan penyelamatan yang terbatas. Terutama dalam menanggapi pengemudi yang mengantuk.

Namun demikian Hyundai Mobis tetap berencana untuk meneliti dan mengembangkan konsep tersebut. Termasuk juga untuk beroperasi dalam situasi kritis lainnya. Baik itu insiden medis seperti kejang, pingsan, dan serangan jantung.

Seiring kemajuan teknologi mobil otonom, kemampuan DDREM diharapkan mampu berperan atas situasi medis yang dialami pengemudinya. Hal itu mencakup mengarahkan kendaraan langsung ke rumah sakit terdekat jika terjadi keadaan darurat medis.