Tempo Edisi “Tim Mawar di Rusuh Sarinah” Berbuntut Tuntutan Hukum

(Berita Terpercaya) – Laporan utama Majajah “Tempo” edisi terbaru yang mengambil topik “Tim Mawar dan Rusuh Sarinah” berbuntut penuntutan hukum. Mantan Komandan Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD Mayjen TNI Purnawirawan Chairawan Nusyirwan mengaku keberatan dan melaporkan  Tempo  Badan Reserse Kriminal Polri.

Menurut Chairawan kerusuhan 22 Mei bersifat perorangan. “Tim Mawar kan sudah bubar. Itu kan menyudutkan berarti. Tahun 1999 sudah bubar. Kalau pun ada, itu kan personel, anggota. Tidak mungkin satu orang dibilang tim, atau dua orang disebut tim. Tim itu banyak,” ujar Chairawan, Rabu (12/6) sebagaimana dikutip dari Antara,

Menurut Chairawan laporan dilakukan hari ini karena ia menunggu terlebih dahulu pengungkapan dalang rencana pembunuhan oleh polisi. “Karena kemarin sudah diungkapkan oleh polisi maka hari ini saya melapor. Saya percaya pada polisi karena itu memang sudha merupakan tugasnya.”

Untuk bukti-bukti yang dibawa, Chairawan masih enggan untuk menyebutkan dan baru akan mengungkap setelah laporan selesai dibuat dan diterima Bareskrim Polri. “Itu kan teknis, jelas sudah saya cerita, tidak ada umpet-umpetan,” ujar dia.

Chairawan juga membantah keterleibatan dalam keusuhan tersebut. “Tidak terlibat. Gini ya, orang yang terlibat harus diperiksa dulu baru ditulis, ini belum diperiksa. Seandainya terlibat pun harus diperiksa dulu, ini kan langsung tulis, gimana,” ujarnya.

Kata Chairawan saat kerusuhan dirinya berada di rumah berbuka bersama keluarga dan menyaksikan peristiwa tersebut melalui layar kaca. Namun ia mengakui mengenal Letkol purnawirawan Fauka Noor Farid yang disebut-sebut memiliki peran dalam kericuhan Aksi 22 Mei, lantaran dulu merupakan anak buahnya dalam Tim Mawar. (*/sdr/ant)

foto:detik.com