terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban

Jokowi Minta Bandara Kertajati Terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban

[Berita Terpercaya] Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap agar Bandara Kertajati di Majalengka dapat terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban. Adanya bandara baru di Jawa Barat tersebut diyakini oleh Jokowi bakal menjadi titik pertumbuhan ekonomi yang baru. Demikian hal itu sebagaimana dilaporkan Liputan6.com pada Kamis (24/5).

Diketahui selama ini warga Jawa Barat hanya dilayani melalui Bandara Husein Sastranegara, di Bandung dan Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Hadirnya Bandara Kertajati di Majalengka tersebut selanjutnya diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada seluruh warga Jawa Barat. Termasuk pula untuk seluruh masyarakat Indonesia yang akan berangkat dengan transportasi udara dari dan menuju Bandara Kertajati.

Jokowi juga memastikan agar Bandara Kertajati yang sudah terkoneksi dengan jalur tol Cipali ini kelak dapat terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban. Diketahui Pelabuhan Patimban memiliki jarak sekitar 40 km dari Bandara Kertajati di Majalengka.

Diintegrasikannya dengan Pelabuhan Patimban diharapkan oleh Jokowi agar kehadiran Bandara Kertajati juga dapat memberikan kemudahan serta pelayanan fasilitas bagi para investor. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat juga dapat meningkat, papar Jokowi.

Pemaparan Presiden Jokowi di Bandara Kertajati (Foto: Ilyas Istianur Praditya/Liputan6.com)

PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan PT Angkasa Pura II (Persero) diketahui merupakan pihak-pihak yang berkepentingan atas beroperasinya Bandara Kertajati.

baca: Tol Batang-Semarang, Dapat Digunakan Pemudik untuk Lebaran Tahun Ini

Lima Penerbangan Menuju 5 Kota di Indonesia dari Bandara Kertajati

Dilaporkan pula, kelak akan ada penerbangan ke lima kota dari Bandara Kertajati. Medan, Surabaya, dan Denpasar, merupakan kota yang disebut-sebut. Selanjutnya ada pula penerbangan dari Bandara Kertajati menuju ke Makasar dan Balikpapan.

Bandara Kertajati di Majalengka yang berkapasitas 5,6 juta penumpang per tahun diharapkan juga dapat memberikan pelayanan terhadap 46 juta orang penduduk di Jawa Barat. Selain tentunya juga merupakan bandara alternatif baru bagi warga di Jawa Barat.