tiangong-1 jatuh di lautan pasifik

Tiangong-1 Jatuh di Lautan Pasifik, Indonesia Aman

[Berita Terpercaya] Berdasarkan hasil pantauan, stasiun luar angkasa Cina Tiangong-1 jatuh di Lautan Pasifik pada Senin (02/04). Menurut laporan BBC.com sebagian besar dari bagian-bagain stasiun itu hancur saat memasuki atmosfer bumi. Demikian informasi itu dituliskan Jonathan Mc Dowell, seorang astronom melalui akun Twitter-nya.

 

Berdasarkan laporan BBC.com, informasi sebelumnya menyebutkan sebagian puing Tiangong-1 dimungkinkan jatuh ke wilayah Indonesia. Namun kini puing-puing dari stasiun luar angkasa Cina tersebut sudah terbakar saat menyentuh atmosfer. Beberapa puing lainnya memang turut dilaporkan tetap bertahan dan jatuh ke permukaan bumi.

Sebelumnya Kantor Ruang Angkasa Berawak Cina menginformasikan melalui akun media sosialnya terkait jatuhnya stasiun ruang angkasa tersebut. Mereka menyebutkan bahwa jatuhnya tidak demikian halnya menabrak Bumi dengan keras, seperti yang terdapat dalam film fiksi ilmiah. Melainkan akan berubah menjadi hujan meteor yang luar biasa.

Menurut ahli fisika antariksa Jonathan McDowell, Tiangong itu sendiri adalah benda terbesar ke-50 yang memasuki bumi dengan tak terkendali. Biasanya sebagian besar dari puing benda angkasa akan terbakar atau berakhir di tengah lautan dan jauh dari manusia. Demikian hal itu dikemukakan Dr. Elias Aboutanios, wakil direktur Pusat Antariksa Australia.

Adapun sebagian besar dari puing-puing itu memang diarahkan untuk menabrak area lautan. Lokasi itu lautan itu adalah di Pasifik Selatan, yang terletak di antara Australia, Selandia Baru dan Amerika Selatan.

Wilayah itu juga dilaporkan sebagai tempat kuburan pesawat ruang angkasa dan satelit. Terdapat sekitar sisa-sisa dari 260 pesata ruang angkasa yang diperkirakan telah tersebar di dasar samudera.

baca juga >>> Falcon Heavy, Roket Terkuat di Dunia Besutan Space X

Program Luar Angkasa Cina

Satelit Tiangong-1 dilaporkan BBC.com merupakan bagian dari program luar angkasa Cina yang ambisus. Selain itu Tiangong-1 juga merupakan prototipe untuk stasiun ruang angkasa yang dimulai pada 2011.

Tianghong-1 dilaporkan memasuki orbitnya pada 2011 lalu. Lima tahun usai stasiun ini beroperasi, masa kerjanya pun harus berakhir pada Maret 2016.

Stasiun ruang angkasa ini dapat dihuni oleh astronot meskipun hanya selama beberapa hari. Dilaporkan pula bahwa astronot pertama dari Cina yang mengunjungi stasiun ini pada 2012 lalu adalah Liu Yang.

Beijing juga dilaporkan telah meluncurkan Tiangong-2 yang mulai beroperasi sejak September 2016. Dilaporkan sumber lainnya, Tiangong-2 merupakan stasiun ruang angkasa permanen di masa mendatang.


sbobet88