Tiga Fakta Soal Dugaan Aksi Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura

(Berita Terpercaya) – Sebuah ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di Pos Pengaman (Pospam) Lebaran 2019 di Tugu Kartasura, dalam wilayah Polres Sukoharjo, Senin (3/6/2019) pukul 23.00 WIB. Berikut ini tiga fakta seputar peristita tersebut.

Pertama, Pelaku adalah Warga Sekitar Lokasi Kejadian

Polisi yang bekerja cepat langsung melakukan pengembangan kasus dan menemukan fakta ternyata pelaku, sebagaimana dikutip dari Detik.com, bernama Rofik Asharuddin dan bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, yakni di Dusun Kranggan, Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, sekitar 1,5 km dari lokasi ledakan. Polisi saat ini menutup gang menuju rumah orang tua dengan gais polisi. Pelaku masih muda berusia 22 tahun.

Kedua, Pelaku Masih Hidup

Setelah kejadian ini pelaku yang tampak masih hidup dibawa ke RS PKU Muhammadiyah yang tak jauh dari lokasi kejadian dengan menggunakan mobil patroli polisi ke RS PKU. Menurut dokter jaga RS PKU, Ahmad Farji Purna Aji, pelaku mengalami luka parah. Pihaknya sempat menjahit luka yang diakibatkan oleh ledakan. “Cukup parah tadi. Ada luka yang kami jahit,” ujarnya. Kemudian pelaku dipindahkan ke RSUD dr Moewardi Solo.

Ketiga, Tujuh Polisi di Pospam Semuanya Selamat

Saat kejadian ada 7 orang polisi yang bertugas terutama membantu kelancaran arus mudik Lebaran. Namun tujuh polisi dan warga di sekitar atau yang sedang melintasi lokasi kejadian tidak ada yang menjadi korban. “Sejauh ini belum ada korban lain. Ada tujuh petugas polisi yang memantau arus mudik (di pos tersebut). Empat petugas di dalam pos, tiga bertugas yang mengatur lalu lintas. Alhamdulillah tidak ada korban dr polisi ataupun warga,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel. (*/sdr/dtc)

foto: tribunnews.com