Tomi Bisa Kena Sanksi Jika Sudah Nikah Siri dengan Nani

(Berita Terpercaya) – Posisi Aiptu Tomi yang merupakan penyidik senior di Mapolresta Yogyakarta dalam kasus takjil sate beracun mulai dikuak. Tomi disebut-sebut telah menikah siri dengan tersangka Nani Aprilliani Nurjaman (24).

Akibat hubungan tersebut Tomi terancam sanksi jika terbukti ia menikah siri dengan Nani. Anggota Polri yang melanggar disiplin bisa mendapatkan teguran lisan hingga pemecatan.

Aturan disiplin anggota Polri ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Anggota Polri dilarang melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan dan martabat pemerintah dan Polri.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menanggapi informasi soal pernikahan siri Tomi dan Nani. Dia mengatakan bisa menjatuhkan sanksi jika dugaan itu terbukti.

“Ya nanti tergantung (sanksi), sampai sejauh mana dia. Kalau memang terbukti (nikah siri) kan sudah ada peraturan yang tinggal dijalankan saja,” kata Purwadi kepada wartawan, Rabu (5/4/2021).

Proses terhadap Tomi, kata Purwadi, harus melalui pembuktian yang benar dan kongkret, menyatakan Tomy telah benar menikah siri dengan tersangka Nani. Bukti bisa berupa foto, keterangan saksi yang menikahkan, maupun bukti yang lain.

“Artinya kapan dia nikah siri dan harus ada buktinya. Kalau cuma sekedar omongan, kita belum bisa buktikan. Foto misalnya, atau yang menikahkan siapa, itu harus ada. Kalau cuma sekadar omongan di luar kita belum bisa menanggapi. Nanti hasilnya seperti apa akan kita tindak lanjuti, kasusnya kan di Bantul dan kebetulan saja dia anggota kita,” jelas dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bantul AKP Ngadi mengatakan pihaknya belum meminta keterangan terhadap Tomy secara langsung di Polres Bantul. Namun, dari hasil permintaan keterangan secara lisan, Ngadi menyebut Tomy mengaku sebagai pelanggan di salon tempat Nani bekerja.

“Hubungannya sebatas itu sebagai pelanggannya. Seperti itu. Tapi, nanti kita pastikan lagi untuk detailnya,” kata Ngadi di Polres Bantul, Rabu (5/5/2021).

Ngadi belum meminta keterangan dari Tomi secara langsung. Namun,  ada kemungkinan pihaknya akan meminta keterangan kepada istri Tomi.

“Kemungkinan memanggil istri Tomi bisa saja,” katanya.

Sebelumnya, polisi menyebut telah memeriksa 5-6 saksi terkait penanganan kasus takjil sianida yang menewaskan bocah berusia 10 tahun, Naba di Bantul. Sementara, ada seorang berinisial R yang dari pengakuan Nani berperan meracik kalium sianida ke dalam sambal sate lontong yang dipesan Nani. Kini R masih dalam buronan polisi. (*/dtc)

Foto :  detikcom