Tujuh Fakta di Balik Penangkapan Hoax Server KPU Disetting

(Berita Terpercaya) – Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap para pelaku penyebar hoaxtase 57server KPU sudah disetting untuk kemenangan Jokowi 57%. Kamis (4/4) KPU melapor ke Bareskrim dan Sabtu (6/4) dilanjutkan Minggu (7/4) dua tersangka berhasil diringkus. Berikut ini tujuh faktar soal kasus ini

Pertama: Berawal dari sebuah Video

Isu hoax ini beredar melalui Facebook, Twitter, hingga Instagram. Melalui akun Facebook bernama Rahmi Zainuddin Ilyas diunggah video berjudul “Wow server KPU ternyata sudah Disetting 01 menang 57% tapi Jebol Atas Kebesaran Allah Meskipun Sudah Dipasang 3 Lapis”. Di akun FB itu juga disertakan caption, “Astaghfirullah, semua terbongkar atas kebesaran dan kekuasaan serta kehendak Allah semata”. Ada juga informasi yang beredar demikian, “Breaking New! Pak Wahyu mantan staf Jokowi di Solo bongkar server KPU di Singapura udah setting kemenangan 01 57%!!!, Jebol salah satu dari 7 servernya. Sebarkan. Viralkan”.

Kedua: Dua Ditangkap, Seorang Diantaranya Dokter

Polisi yang melakukan pelacakan berhasil meringkus dua tersangka. Tersangka pertama berinisial EW dibekuk Sabtu (6/4/) di Jakarta Timur. Kemudian, RD ditangkap di Lampung, pada Minggu (7/4/). “(RD) seorang ibu rumah tangga, background pendidikannya cukup tinggi, dokter pendidikannya, tapi sama dia, dia anggap yang diterima itu, hal yang benar,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/4), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Ketiga: Dua Orang Masih Berstatus DPO

Selain berhasil menangkap EW dan RD. Polisi masih mengejar dua pelaku yang diduga terkait dalam kasus ini. Menurut Dedi Prasetyo,  “Masih ada dua DPO (daftar pencarian orang) yang tengah didalami (Direktorat Tindak Pidana) Siber. Satu DPO yang menyampaikan secara verbal sudah diidentifikasi, masih dikejar. Satu orang lainnya diduga ikut membuat narasi dan menyebarkan hoaks tersebut.”

Keempat: Ancaman Pidana 4 Tahun Penjara

Para tersangka dijerat dengan pasal Pasal 13 ayat 3 dan Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Ancaman hukuman maksimal bagi para tersangka adalah empat tahun.

Kelima: Tidak Ada Server KPU di Singapura

Komisioner KPU Viryan Aziz menegaskan, tidak ada server KPU yang ditempatkan di luar negeri. Semuanya berada di sekitar Jakarta, termasuk di kantor KPU. Pernyataan ini menanggapi hoaks server KPU di Singapura dan sudah disetting untuk memenangkan salah satu pasangan capres cawapres. “Kalau server punya kami tidak ada yang di luar negeri. Semua di dalam negeri, di sekitar Jakarta ya, termasuk di kantor ini. Ada di bawah (kantor KPU) bisa dilihat,” kata Viryan.

Keenam: Manipulasi Suara Sulit Dilakukan

Komisioner  KPU Hasyim Asy’ari mengatakan, manipulasi hasil suara tak bisa dilakukan secara sepihak karena prosesnya sulit. “Kalau misalkan pihak penyelenggara sendirian yang

Ketujuh: Lokasi Pembuatan Video di Serang, Banten

Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan tempat kejadian terkait hoaks tersebut di Serang, Banten. Dan Polisi sudah mengantongi identitas orang yang memberikan paparan dalam video tersebut dan sedang dalam tahap pengejaran. “Yang memberikan paparan itu sudah diinvestigasi dan sudah diprofil orangnya termasuk IG, yang pertama kali memviralkan video tersebut. Itu sudah diidentifikasi dan diprofil,” ungkapnya.  (*/sdr)