Voting Tolak Yerusalem Ibukota Israel akan Digelar PBB

[Berita Terpercaya] Rencananya voting rancangan resolusi penolakan Yerusalem  sebagai Ibukota Israel akan digelar Dewan Keamanan PBB pada Senin (18/12) ini. Adanya voting tersebut rencananya akan didahului dengan pertemuan tertutup untuk mendiskusikan rancangan resolusi.

Rancangan resolusi PBB “menegaskan bahwa setiap keputusan dan tindakan yang dimaksudkan untuk diubah, komposisi karakter, status atau demografis Kota Suci Yerusalem tidak memiliki efek hukum, tidak berlaku dan tidak berlaku lagi dan harus dibatalkan sesuai dengan resolusi yang relevan dari Dewan Keamanan.” Demikian informasi terkait hal tersebut dilansir dari Hindustantimes.com.

Rancangan resolusi dewan mengungkapkan, “menuntut agar semua negara mematuhi resolusi Dewan Keamanan mengenai Kota Suci Yerusalem, dan tidak mengakui tindakan atau tindakan yang bertentangan dengan resolusi tersebut.”

Sementara resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada bulan Desember tahun lalu mengatakan, “menggarisbawahi bahwa hal itu tidak akan mengakui adanya perubahan pada jalur 4 Juni 1967, termasuk mengenai Yerusalem, selain yang disetujui oleh para pihak melalui perundingan.”

Resolusi tersebut disetujui dengan 14 suara yang mendukung dan tidak berpihak pada mantan presiden AS Barack Obama.

Ini menyerukan agar semua negara menahan diri untuk tidak melakukan misi diplomatik di Yerusalem. Warga Palestina menginginkan ibukota negara Palestina merdeka berada di sektor timur kota. Sementara Israel dalam perang 1967 telah mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui secara internasional. Israel menganggap kota itu sebagai ibukota abadi dan tak terpisahkan dan menginginkan semua kedutaan besar berbasis di sana.

 

Tanggapan AS dan Israel atas Resolusi Dewan Keamanan PBB

Diketahui bahwa langkah Presiden AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada bulan ini telah memicu protes dan menuai kecaman. Terkait hal tersebut Wakil Presiden AS Mike Pence dijadwalkan mengunjungi Yerusalem pada Rabu pekan ini. Kedatangannya Mike Pence diinformasikan untuk mengatasi krisis dari isu yang paling kontroversial tersebut.

Misi AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menolak berkomentar mengenai draft tersebut. Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley memuji keputusan Trump sebagai “tindakan yang benar dan benar”. Sementara rancangan resolusi dari Dewan Keamanan PBB tersebut dimungkinkan akan diblokir sepihak oleh AS melalui hak veto.

“Tidak ada suara atau perdebatan akan mengubah kenyataan yang jelas bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel”. Demikian tanggapan datang dari duta besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Danny Danon, mengatakan dalam sebuah pernyataan.