Warga Ngrangkah Pantau Erupsi Merapi dengan Ponsel

(Berita Terpercaya) –  Warga lereng Gunung Merapi di Dusun Ngrangkah Pangukrejo Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta sudah terbiasa mendengar guguran lava di puncak Merapi. Jarak permukiman dengan puncak gunung api aktif itu sekitar 5 km. Karenanya, meski status Merapi dinaikkan menjadi Siaga (level III) namun belum merisaukan mereka.  Justru yang dilakukan, mereka melakukan pengamatan menggunakan teleskop mini, keker, dan kamera ponsel.

Sejumlah warga yang bertempat di lereng gunung itu juga tenang-tenang saja. Mereka melakukan aktivitas harian di waktu pagi, seperti memanasi mesin sepedamotor, mandi, atau menikmati wedang jahe merah di beranda rumah.  Dua di antara mereka, Wiji dan Andri asyik mengamati aktivitas Gunung Merapi yang sejak, Selasa (24/11/2020) pukul 02;30 WIB sudah mengeluarkan guguran lava hingga sedikitnya 10 kali guguran terdengar dari lokasi mereka.

“Sampai subuh tadi masih ada guguran lava. Kalau dari sini bisa dengar jelas. Kita bisa membedakan gemludhug itu suara petir akan hujan atau guguran lava,” ucap Soma, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Selasa (24/11/2020) pukul 05:30 WIB di sela-sela kesibukan merekam dan memotret aktivitas Merapi dengan ponselnya.

Wiji yang membawa teleskop mini menggunakan alat tersebut. Ia merapatkan lensa alat tersebut seraya menutup salah satu matanya dengan jemari tangannya. Ia mengaku baru sepekan memgang alat yang tidak diketahui namanya itu.

Tidak lama kemudian, datang kawan mereka, Ari menenteng radio panggil di saku bagian sabuknya. Ia pun bergabung dengan ketiga kawannya yang sudah ngetem semalaman. Kemudian Ari mengeluarkan ponselnya untuk memotret puncak gunung.

Soma pun menyarankan Ari menggunakan tripod yang dia pakai, “Ini lho pakai tripod biar gambarmu nggak goyang,” ujar Soma menawarkan tripodnya. Ari pun mendekat seaya memasang ponselnya di penjepit ponsel.. Soma tampaknya tertarik melihat ponsel Ari yang lebih canggih.

Ternyata benar dugaan Soma. Ponsel milik Ari dibeli dengan harga hingga puluhan  juta rupiah. Ponsel tersebut memiliki aplikasi kamera dengan sistem pengaturan paling lengkap. Zoom misalnya, mencapai angka 100 kali lipat. Benar juga, ketika Soma mengamati hasil tembakan kamera di ponsel Ari, ia pun mendecakkan kekagumannya.

“Canggih ini hapemu, Sel. Zoom-nya bisa sampai seratus kali lipat. Punyaku saja cuma 40 kali. Pasti mahal itu,” respons Soma.

Soma kemudian wanti-wanti agar Ari lebih lama di atas dusun itu agar lebih mudah berkoordinasi. Ia berharap dengan kemunculan Ari beserta ponselnya yang canggih bisa merekam hingga menghasilkan gambar terbaik. (sar)   .