wartawan diberitakan tewas dalam ledakan bom mobil

Seorang Blogger Pengungkap Kasus Korupsi Tewas dalam Ledakan Bom Mobil

Seorang wartawan diberitakan tewas dalam ledakan bom mobil sesaat setelah hendak meninggalkan rumahnya di Bidnija, dekat Mosta. Daphne Caruana Galizia, blogger berusia 53 tahun tersebut adalah seorang blogger terkemuka di Malta. Ia mengungkap adanya tindakan korupsi yang terjadi pada level pemerintahan di Malta.

Media lokal mengatakan salah satu anaknya mendengar ledakan tersebut dan bergegas keluar.

Melansir dari BBC.com, PM Joseph Muscat, yang dituding Caruana Galizia dalam tulisannya pada awal tahun ini, mencela pembunuhan tersebut.

“Saya mengutuk serangan barbar ini terhadap seseorang¬† ini dan terhadap kebebasan berekspresi di negara kita,”

katanya dalam sebuah pernyataan di televisi.

“Semua orang tahu Ms Caruana Galizia adalah kritik keras terhadap saya, baik secara politik maupun pribadi, seperti juga untuk orang lain.”

Dilaporkan juga oleh salah satu stasiun Televisi Malta bahwa Caruana Galizia telah mengajukan aduan ke polisi dua minggu lalu. Aduan tersebut mengatakan bahwa dia telah menerima ancaman namun tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Selanjutnya Polisi setempat juga telah membuka penyelidikan atas pembunuhan tersebut.

Dikabarkan juga dari surat kabar setempat yang mengatakan bahwa ledakan tersebut telah meninggalkan puing-puing dari mobil sewaan yang dikendarainya. Puing-puing tersebut berserakan di seberang jalan dan di lapangan terdekat.

blogger tewas dalam ledakan bom mobil

Dimungkinkan Adanya Motif Politik Dibalik Tewasnya Caruana Galizia

Tewasnya Caruana Galizia ini terjadi empat bulan setelah Muscat memenangkan pemilu di daerah tersebut. Tuduhan para blogger atas kemenangan pada pemilu tersebut juga terkait dengan skandal istrinya yang dikenal dengan Panama Papers.

Pasangan tersebut menolak klaim bahwa mereka telah menggunakan rekening bank rahasia di luar negeri untuk menyembunyikan pembayaran dari keluarga penguasa Azerbaijan.

Blog populer Caruana Galizia juga menargetkan politisi oposisi, menyebut situasi politik negara itu “putus asa” pada postingan terakhirnya.

Seorang juru bicara kantor perdana menteri mengatakan bahwa rumor atas serangan tersebut dapat dimotivasi secara politis. Malta juga telah meminta bantuan internasional – termasuk FBI di AS – untuk menemukan pelaku, kata jurubicara tersebut.

Sementara itu, pihak keluarga Caruana Galizia meminta agar hakim yang bertanggung jawab atas penyelidikan diganti. Hal itu dikemukakan pihak keluarga karena adanya dugaan hakim tersebut pada beberapa kesempatan menjadi bahan kritikan Caruana Galizia (The Malta Independent Reports).